Kamis, 22 Mei 2014

Pragmatik ( Kesalahan Prinsip Kerjasama )


Penerapan  pelanggaran prinsip kerja sama dalam kehidupan sehari – hari.
Bapak  : Lho, ben sasi kan intok beras raskin to bu ?
Ibu       : Ben sasi ? apa ya cukup to pak mangan njagake beras raskin. Sesasi ki mung intok pirang kg tok pak. Kanggo mangan 2 dina wae wes beja, ijik kon ngirit tuku beras.
Dalam tuturan percakapan diatas terjadi pelanggaran bidal kuantitas, dimana ibu menjawab secara kuantitas terlalu berlebihan. Padahal bapak hanya memberikan pertanyaan yang terlalu singkat. Jika ibu hanya menjawab “ tetep ora cukup, pak.”, tuturan itu sudah termasuk dalam bidal kuantitas karna tidak berlebihan dalam penjawab mitra tuturnya.
            Tuturan ibu melanggar bidal kuantitas itu mengandung implikatur percakapan. Dimana dari tuturan ibu menghasilkan kesimpulan bahwa ibu marah dan jengkel kepada bapak. Serta memberikan informasi bahwa bantuan beras raskin tidak cukup untuk makan sehari – hari, dengan begitu ibu secara tidak langsung memberikan sindiran kepada pemerintah agar lebih memperhatikan rakyat kecil yang masih kekurangan pangan.
Ani       : jagung – jagung kui palingan dawane mung sedriji saka pucuke.
Dika     : Drijine sapa ?
Dalam tuturan Ani tersebut terjadi pelanggaran bidal cara, karena tuturannya tidak teratur serta berlebihan. Berlebihan dalam kata saka pucuke, secara otomatis diukur dari pucuk jagung itu. Sedangkan tidak teratur dari segi bahasanya kalau dinalar masak jagung panjangnya sedriji. Serta Ani juga membuat bingung mitra tuturnya. Tuturan Ani melanggar bidal cara karena menyiratkan suatu implikatur percakapan. Implikatur dalam tuturan tersebut bermaksut untuk bergurau dengan mitra tuturnya.
Arum    : wingi aku dolan ning daerah patemon gunungpati kok knalpotku kelep ya, mlepek san. Nek ning daerah pasar johar ya tanpa alangan.
            Dalam tuturan Arum tersebut terjadi pelanggaran bidal dibidang kualitas baik pada knalpotku kelep dan mlepek sedangkan pasar johar tanpa alangan. Disini menandakan bahwa informasi yang diberikan oleh Arum tidak jelas dan tidak ada kebenarannya. Secara langsung pasti orang yang hidup dikota Semarang mengetahui bahwa yang sering terjadi banjir itu didaerah pasar johar, bukan di daerah patemon gunungpati. Dengan begitu Arum sudah malanggar bidal kualitas.
 Tugas Pragmatik@Semarang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar