Penerapan
pelanggaran prinsip kerja sama dalam kehidupan sehari – hari.
Bapak : Lho, ben sasi kan intok beras raskin to bu ?
Ibu : Ben
sasi ? apa ya cukup to pak mangan njagake beras raskin. Sesasi ki mung intok
pirang kg tok pak. Kanggo mangan 2 dina wae wes beja, ijik kon ngirit tuku
beras.
Dalam tuturan percakapan diatas terjadi pelanggaran bidal kuantitas,
dimana ibu menjawab secara kuantitas terlalu berlebihan. Padahal bapak hanya
memberikan pertanyaan yang terlalu singkat. Jika ibu hanya menjawab “ tetep ora
cukup, pak.”, tuturan itu sudah termasuk dalam bidal kuantitas karna tidak
berlebihan dalam penjawab mitra tuturnya.
Tuturan ibu melanggar bidal
kuantitas itu mengandung implikatur percakapan. Dimana dari tuturan ibu
menghasilkan kesimpulan bahwa ibu marah dan jengkel kepada bapak. Serta
memberikan informasi bahwa bantuan beras raskin tidak cukup untuk makan sehari
– hari, dengan begitu ibu secara tidak langsung memberikan sindiran kepada
pemerintah agar lebih memperhatikan rakyat kecil yang masih kekurangan pangan.
Ani : jagung
– jagung kui palingan dawane mung sedriji saka pucuke.
Dika :
Drijine sapa ?
Dalam tuturan Ani tersebut terjadi pelanggaran bidal cara, karena
tuturannya tidak teratur serta berlebihan. Berlebihan dalam kata saka pucuke,
secara otomatis diukur dari pucuk jagung itu. Sedangkan tidak teratur dari segi
bahasanya kalau dinalar masak jagung panjangnya sedriji. Serta Ani juga membuat
bingung mitra tuturnya. Tuturan Ani melanggar bidal cara karena menyiratkan
suatu implikatur percakapan. Implikatur dalam tuturan tersebut bermaksut untuk
bergurau dengan mitra tuturnya.
Arum : wingi aku dolan ning daerah patemon
gunungpati kok knalpotku kelep ya, mlepek san. Nek ning daerah pasar johar ya
tanpa alangan.
Dalam tuturan Arum tersebut terjadi
pelanggaran bidal dibidang kualitas baik pada knalpotku kelep dan mlepek
sedangkan pasar johar tanpa alangan. Disini menandakan bahwa informasi yang
diberikan oleh Arum tidak jelas dan tidak ada kebenarannya. Secara langsung
pasti orang yang hidup dikota Semarang mengetahui bahwa yang sering terjadi
banjir itu didaerah pasar johar, bukan di daerah patemon gunungpati. Dengan
begitu Arum sudah malanggar bidal kualitas.
Tugas Pragmatik@Semarang
Tugas Pragmatik@Semarang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar